News

Pengerjaan proyek Pembangunan Ruang Terbuka Publik, yang berlokasi di Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Barat I, Kota lubuk Linggau,, Jumat 02/ Januari 2026:

24
×

Pengerjaan proyek Pembangunan Ruang Terbuka Publik, yang berlokasi di Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Barat I, Kota lubuk Linggau,, Jumat 02/ Januari 2026:

Sebarkan artikel ini

LUBUKLINGGAU SUMATERA SELATAN,,diduga pengerjaan nya asal-asalan. Jumat, 02, Januari, 2026.
Dari pantauan ,,Jurnalis MNT TV,,dilokasi terlihat dengan jelas pada pengerjaan bangunan ruang terbuka dengan asal – asalan, lebih parah lagi bahwa mengerjakan proyek itu tersebut dalam kondisi cuaca sedang turun hujan “.
Proyek yang dikerjakan oleh CV. Agani Maju Jaya, HPS Rp. 1.700.000.000 dan Pagu Rp. 1.699.968.505.87 bersumber dari dana APBD 2025, dengan nilai kontrak Rp, 1.648.292.000, tertanggal 1-16 Oktober 2025, dalam waktu pelaksanaan pekerjaan 70 hari kalender//media nasional tuntas MNT TV//
Saat tim wartawan di lokasi, konfirmasi dengan warga sekitar proyek inisial F, aktif sehari – hari tinggal dekat pembagunan. Beliau menyampaikan bahwa pekerjaan tersebut sangat disayangkan hasilnya, ini akibat kurangnya pengawasan dalam mengerjakan oleh instansi terkait Dinas PU Tata Kota Lubuk Linggau di Bidang Cipta Karya.
Asal – asalan pak yang penting selesai, dan juga pernah saya lihat ditiktok belum selesai sudah ambruk yang talud nya. Itu pekerjaan utama dibangun dinding penahan kontur tanah, sebab dibelakangnya ada sungai dan sekarang ini pekerjaan lanjutan nya,” unjarnya.
Ditambahkan beliau, terkait mutu beton yang diaduk dengan semen itu pak, tidak pakai takar lagi ,dan juga besi pagar kurang kuat takut nya nanti lepas atau patah kan ini namanya ruang terbuka publik.

masukkan script
Saat tim masih berada di lokasi pada hari Jum’at, 2 Januari 2025, melihat langsung sistem pengecoran oleh pekerja dilapangan menggunakan molen duduk (concrete mixer). Dan patal ya, saat cuaca sedang diguyur hujan pekerja dilapangan terus melakukan pengecoran.
Ini dapat menyebabkan beberapa masalah yang memengaruhi kualitas beton. Hal ini terjadi karena air hujan tambahan mengubah perbandingan air-semen yang sudah diperhitungkan dengan cermat, yang dikenal sebagai faktor air-semen “.
Ada pun faktor penyebab utama dan konsekuensi dari pengecoran saat hujan:

1. Perubahan Faktor Air-Semen (FAS): Air hujan yang masuk ke dalam campuran beton saat proses pencampuran atau pengecoran akan menambah jumlah air total,
2. Penurunan Kekuatan Tekan: Kelebihan air menyebabkan kekuatan beton menurun secara signifikan,
3. Pemisahan Agregat (Segregasi), Air berlebih dapat menyebabkan pemisahan material (agregat kasar, pasir, dan semen).
4. Peningkatan Porositas, Kelebihan air menciptakan pori-pori yang lebih besar saat menguap selama proses pengeringan, membuat beton lebih keropos dan kurang kedap air,
5. Kerusakan Permukaan, Air hujan yang langsung jatuh ke permukaan beton basah dapat merusak finishing, dan
6. Standar Nasional Indonesia (SNI) 2847-2019 (Standar Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung): Standar ini (dan pedoman terkait seperti PBI 1971 N.I.-2).
Kesimpulan dari permasalahan pekerjaan proyek ruang terbuka hijau, jika dikerjakan dalam kondisi cuaca buruk, termasuk hujan deras, dianggap melanggar prinsip, ini karena mencegah kontrol kualitas yang tepat. Kepada APH dan BPK harus bertindak terkait hasil mutu dan kekuatan beton tersebut: pungkasnya Erwin pimred media nasional tuntas MNT TV,,Lubuklinggau musi Rawas Utara,,