News

Dibalik Laporan Rutin, Tersimpan Pemborosan Ratusan Juta di Dinas Pendidikan,sabtu 11/10/2025:

41
×

Dibalik Laporan Rutin, Tersimpan Pemborosan Ratusan Juta di Dinas Pendidikan,sabtu 11/10/2025:

Sebarkan artikel ini

LUBUKLINGGAU SUMATERA SELATAN,,Dibalik meja kerja Dinas Pendidikan Kota Lubuk Linggau,19.mei.2025- tersimpan praktik penyusunan laporan yang menyedot anggaran publik hingga ratusan juta rupiah.

Untuk menyusun lima laporan kinerja, dinas ini tercatat menghabiskan dana sebesar Rp184 juta lebih.
Padahal, laporan tersebut sejatinya merupakan bagian dari tugas rutin aparatur sipil negara.

Subkegiatan ini tercatat dalam dokumen anggaran resmi dengan judul: “Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD”, dengan rincian:

Kode Kegiatan: 1.01.01.2.01.0006
Output: 5 laporan
Anggaran: Rp132 juta – Rp184 juta
Biaya per laporan: Rp26 juta – Rp36 juta
Tak ada pemanfaatan teknologi tinggi. Tak ada pekerjaan lapangan. Hanya laporan kinerja yang semestinya dapat disusun oleh perencana fungsional atau staf administrasi.

Namun anggarannya setara dengan harga satu unit sepeda motor untuk tiap laporan.
Sekilas, kegiatan ini tampak sah secara administratif. Namun, ketika ditelisik lebih dalam, muncul indikasi kuat adanya rekayasa pembiayaan yang berlebihan.

Dugaan pemborosan mengemuka dari beberapa pola berikut:
Mark-up komponen belanja, seperti biaya rapat, ATK, honorarium tim penyusun, hingga pencetakan laporan yang tak proporsional.

Duplikasi pekerjaan internal, karena data dan dokumen yang digunakan sudah tersedia dari laporan bulanan dan triwulanan yang rutin dibuat oleh bidang atau seksi terkait.
Potensi laporan fiktif atau daur ulang, di mana laporan tahun berjalan hanya disalin dari tahun sebelumnya dengan sedikit penyesuaian angka//media nasional tuntas MNT TV//

Jika pola serupa terjadi di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Lubuk Linggau, dengan asumsi terdapat 40 OPD dan masing-masing memiliki kegiatan serupa maka potensi pemborosan anggaran bisa mencapai Rp6 miliar per tahun (Rp150 juta x 40 OPD).
Dan itu baru dari satu jenis kegiatan. Belum termasuk kegiatan serupa seperti evaluasi, monitoring, dan penyusunan laporan lainnya yang bisa saja memiliki pola anggaran terpisah namun serupa praktiknya: pungkasnya Erwin pimred media nasional tuntas MNT TV,Lubuklinggau musi Rawas Utara,,