News

Koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Pemuda Anti Korupsi, Doni Aryansyah,, Kamis 16/10/2025:

30
×

Koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Pemuda Anti Korupsi, Doni Aryansyah,, Kamis 16/10/2025:

Sebarkan artikel ini

KABUPATEN MUSI RAWAS SUMATERA SELATAN,,menyampaikan rilis opininya kepad wartawan pada Selasa, 14 Oktober 2025, menanggapi beredarnya sebuah unggahan video yang memperlihatkan Kepala Kejaksaan Negeri Musi Rawas, Vivi Eka Fatma, terlihat bernyanyi sambil sedikit menggerakkan badan mengikuti irama bersama Bupati Musi Rawas, Hj. Ratna Machmud, beserta sejumlah pejabat tinggi Pemerintah Kabupaten Musi Rawas lainnya//media nasional tuntas MNT TV//
Doni menyebut, meskipun video tersebut belum diketahui secara pasti lokasi serta waktu kejadiannya, namun substansi yang tergambar di dalamnya sudah cukup menimbulkan tanda tanya publik. “Dalam video itu terlihat jelas bagaimana seorang Kajari — yang seharusnya berdiri di atas kepentingan penegakan hukum dan menjadi pengawas atas segala bentuk kebijakan pemerintah — tampak begitu akrab dengan sosok Bupati yang sejatinya merupakan objek pengawasan karena memegang kendali atas anggaran daerah,” ujar Doni.

Menurutnya, kedekatan berlebihan antara penegak hukum dan penguasa ibarat api dan jerami — cepat menyala dan sulit dipadamkan ketika sudah menimbulkan prasangka publik. “Kami bukan melarang pejabat bersosialisasi, tapi ada batas etis yang harus dijaga. Apalagi jika kebersamaan itu berlangsung hanya berdua dalam suasana santai tanpa kehadiran unsur Forkopimda lainnya. Kalau ini forum resmi kenegaraan, tentu berbeda cerita. Namun jika murni hiburan privat, sungguh tak elok dipertontonkan,” tegasnya.

Doni menilai, Kejaksaan adalah benteng terakhir kepercayaan rakyat dalam penegakan hukum. Maka, sekecil apapun gestur yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan harus dihindari. “Citra institusi tidak rusak hanya karena kasus besar, kadang justru runtuh karena kelengahan kecil. Seorang penegak hukum harus berdiri tegak — bukan berdendang mesra di panggung kekuasaan.”

Ia menambahkan, bahwa masyarakat akhir-akhir ini mulai sensitif terhadap praktik tebang pilih dan keberpihakan hukum. Sehingga, menurutnya, pejabat publik wajib memahami bahwa kamera publik kini merekam tanpa ampun. “Jika Kajari ingin dihormati, maka jagalah marwah kejaksaan. Jangan sampai publik melihat bahwa pengawasan hukum kini telah berubah menjadi panggung karaoke kekuasaan,” sindirnya.

Menutup opininya, Doni menegaskan bahwa kritik ini disampaikan bukan untuk menjatuhkan pribadi, melainkan sebagai pengingat bagi setiap pejabat agar tetap berada pada rel etika dan kewibawaan: pungkasnya Erwin pimred media nasional tuntas MNT TV,,Lubuklinggau musi Rawas Utara,,