News

RSUD Rejang Lebong Terendam Lumpur, Ketua DPRD dan Wabup Turun Tangan Tinjau Lokasi

3
×

RSUD Rejang Lebong Terendam Lumpur, Ketua DPRD dan Wabup Turun Tangan Tinjau Lokasi

Sebarkan artikel ini

REJANG LEBONG – Intensitas hujan yang tinggi pada musim penghujan Maret 2026 ini mulai berdampak serius di sejumlah titik di Kabupaten Rejang Lebong. Selain merendam pemukiman di Kelurahan Tempel Rejo, Talang Rimbo Baru, dan Kepala Siring, banjir juga menerjang area Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rejang Lebong pada Kamis sore lalu.

​Peristiwa ini terjadi sesaat setelah waktu berbuka puasa. Salah satu pegawai RSUD, Bobby, menuturkan bahwa para petugas yang masih berada di lokasi sudah bersiaga mengantisipasi datangnya air.

​”Banjir terjadi sekitar habis berbuka sampai pukul 10 malam. Kami bersama rekan-rekan yang belum pulang langsung bergotong-royong membersihkan material tanah humus yang masuk ke area rumah sakit, bahkan ada yang sampai masuk ke ruangan,” ujar Bobby. Beruntung, kondisi dapat terkendali pada pukul 11 malam.

​Tinjauan Lapangan Pemerintah Daerah

​Merespons kejadian tersebut, pada Jumat (6/3/2026), jajaran Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong yang dipimpin oleh Wakil Bupati, Hendra, bersama Ketua DPRD dan instansi terkait langsung melakukan peninjauan lokasi setelah salat Zhuhur.

​Saat dikonfirmasi oleh awak media MNT.TV, Wakil Bupati Hendra menyerahkan detail teknis penanganan kepada pihak yang membidangi.

“Terkait soal teknis, silakan tanya langsung kepada Pak Eko selaku Kadis PUPR atau Kabidnya, Bapak Fani,” ungkap Wabup.

​Solusi Teknis: Pembersihan Drainase dan Alat Berat

​Kadis PUPR Kabupaten Rejang Lebong, Eko Tukijan, menjelaskan bahwa penyebab utama banjir di RSUD adalah kiriman tanah humus dari lahan masyarakat sekitar yang terbawa arus hujan deras. Material tanah tersebut menyumbat saluran drainase hingga air meluap ke area pelayanan.

​”Penyempitan saluran air karena sedimentasi tanah humus inilah yang membuat pegawai resah dan pelayanan menjadi tidak nyaman. Solusi tahap awal, kami akan melakukan pembersihan total dan pembuangan tanah di dalam drainase,” jelas Eko.

​Untuk mempercepat proses tersebut, Dinas PUPR akan berkoordinasi dengan BPBD terkait penggunaan alat-alat pendukung.

“Insya Allah dengan pembersihan ini, banjir tidak akan terulang kembali. Kita undang BPBD karena alat-alat untuk pelaksanaan itu semua tersedia,” pungkasnya.

​Reporter: Iskandar (MNTV)