News

Pasca Banjir, Wakil Bupati dan Ketua DPRD Rejang Lebong Tinjau RSUD Jalur Dua

120
×

Pasca Banjir, Wakil Bupati dan Ketua DPRD Rejang Lebong Tinjau RSUD Jalur Dua

Sebarkan artikel ini

REJANG LEBONG – Intensitas hujan yang tinggi pada musim penghujan Maret 2026 mengakibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Rejang Lebong terendam banjir. Selain Kelurahan Temperejo, Talang Rimbo Baru, dan Kepala Siring, banjir juga menerjang area Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rejang Lebong pada Kamis sore (5/3/2026), sesaat setelah waktu berbuka puasa.

​Menurut penuturan Bobby, salah seorang pegawai RSUD, hujan deras yang mengguyur sejak sore memicu luapan air yang membawa material tanah.

​”Kami memang berjaga di lokasi untuk mengantisipasi banjir. Benar saja, banjir terjadi setelah berbuka hingga sekitar pukul 22.00 WIB. Seluruh pegawai yang ada bergotong-royong membersihkan tanah humus yang masuk ke area rumah sakit, bahkan hingga ke dalam ruangan. Alhamdulillah, situasi dapat terkendali pada pukul 23.00 WIB,” ujar Bobby.

​Tinjauan Lapangan Pemerintah Daerah

​Merespons kejadian tersebut, pada Jumat (6/3/2026), Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong melakukan peninjauan langsung ke lokasi RSUD. Hadir dalam kunjungan tersebut Wakil Bupati Rejang Lebong, Hendri Praja, S.STP., M.Si., Ketua DPRD Juliansyah Yayan, serta jajaran instansi terkait. Peninjauan dilakukan usai waktu Zuhur hingga menjelang Ashar.

​Saat dikonfirmasi oleh awak media MNT.TV, Wakil Bupati Hendri Praja mengarahkan penjelasan teknis kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

​Analisis Teknis dan Solusi

​Kepala Dinas PUPR Rejang Lebong, Eko Tukijan, menjelaskan bahwa penyebab utama banjir di area rumah sakit adalah tingginya volume air yang membawa material tanah humus dari lahan masyarakat sekitar.

​”Secara teknis, hujan lebat membawa tanah humus masuk ke selokan sehingga terjadi penyempitan saluran air. Hal inilah yang memicu banjir masuk ke area pelayanan dan membuat ketidaknyamanan bagi petugas maupun masyarakat,” jelas Eko.

​Sebagai langkah penanganan, Dinas PUPR telah menyiapkan skema percepatan:

​Pembersihan Drainase: Mengangkat seluruh material tanah yang menyumbat saluran air di area RSUD.

​Koordinasi Lintas Sektoral: Melibatkan BPBD Rejang Lebong dalam penyediaan alat berat dan sarana pendukung pembersihan.

​Pencegahan Jangka Panjang: Memastikan aliran drainase kembali normal agar kejadian serupa tidak terulang saat hujan deras kembali turun.

​”Insya Allah, dengan pembersihan total ini, masalah banjir di RSUD dapat teratasi. Kami akan undang BPBD karena alat-alat untuk pelaksanaan sudah siap semua,” tutup Eko.

​Reporter MNT.TV: Iskandar