LUBUKLINGGAU SUMATERA SELATAN,,menuai sorotan. Pasalnya, pekerjaan yang seharusnya menggunakan batu pasang, dan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis (spek)
Pantauan wartawan dilapangan Proyek Drainase yang dikerjakan oleh CV,,idk tau dengan menelan anggaran pemerintah diduga menjadi lahan bisnis untuk mencari keuntungan besar dengan cara yang tak lazim yakni duga melakukan pengurangan voĺume pemasangan batu untuk pembangunan drainase tersebut.
Maaf pak kami hanya tukang yang dikerjakan sesuai arahan pemborong untuk jelasnya silakan tanyakan langsung ke pemborong karena kami takut salah jawab,”tegas salah satu tukang yang melakukan pekerjaan drainase tersebut:
Terpisah rs, salah seorang warga setempat menjelaskan bahwa dirinya sedikit kecewa karen tukang menggunakan untuk membuat pondasi siring tersebut padahal sudah ada batu mangga tapi mereka masih menggunakan bantu,,,
“yang kami kwatirkan takuut nya siring ini tidak bertahan lama karena dibuat asal jadi dan kalau asal jadi dan rusak maka yang dirugikan adalah kami masyarakat bukan pemborong atau tukang bangunan,”jelasnya,, media nasional tuntas mnt tv,,
ia berharap kepada pihak dinas perkim selaku pengawas agar segera memanggil pihak rekanan dan memberikan teguran agar segera bangunan yang lebih baik lagi,
Dinas harus tegas kalau ado pemborong yang mengabaikan kualitas hasil karena bangunan ini menggunakan anggaran pemerintah ditambah lagi ini kan untuk masyarakat jadi manfaatnya biar masyarakat bisa maksimal menggunakannya jangan sudah dibangun tak lama sudah rusak,”tegasnya.
sementara itu untuk mençari kebenaran dan hak jawab dari apa yang jadi keluhan masyarakat awak media mencoba mendatangi Kantor Dinas Perkim untuk menemui Muslim Selaku Kabid Pemukiman ñamun berdasarkan keterangan dari penjaga tunggu tamu pak muslim sedang tidak ada dikantor.
Pak Muslim lagi Keluar nanti disampai dengan beliau kalau sudah ketemu “ungkap Ariyanto penjaga tunggu tamu: pungkasnya Erwin pimred media nasional tuntas mnt tv Lubuklinggau musi Rawas Utara,,





