LUBUKLINGGAU SUMATERA SELATAN,,Musim hujan yang mengguyur Kota Lubuklinggau dalam dua pekan terakhir menyisakan duka bagi sebagian warga. Salah satunya dialami oleh Amran Effendi, warga Jalan Jati Wangi RT 05, Kelurahan Tanah Periuk, Kecamatan Selatan II Kota Lubuklinggau, yang rumahnya mengalami keretakan parah akibat hujan deras berkepanjangan.
Dalam keterangannya kepada awak media, Senin (27/10/2025), Amran dengan nada lirih namun penuh harap menyampaikan keluhannya//media nasional tuntas MNT TV//
Assalamualaikum Kando, saya mohon tolong sampaikan bencana yang kami alami ini. Rumah saya retak parah karena hujan deras berturut-turut. Mohon disampaikan kepada Bapak Wali Kota Lubuklinggau dan Dinas PU Perkim, kami benar-benar butuh perhatian,” ungkap Amran.
Menurut penuturan Amran, hujan deras yang terjadi hampir setiap hari selama dua minggu terakhir membuat kondisi tanah di sekitar rumahnya labil. Akibatnya, dinding rumahnya mulai retak dan sebagian bagian bangunan mengalami kerusakan serius hingga mengancam keselamatan penghuni.
Ia mengaku telah berupaya menyampaikan kondisi tersebut kepada pihak pemerintah setempat melalui jalur resmi.
“Kami sudah melapor ke RT dan kelurahan, bahkan sudah membuat surat permohonan resmi ke Dinas Perkim. Tapi sudah 15 hari, belum ada jawaban sama sekali. Kami bukan hanya sekadar mengadu, suratnya pun sudah dibawa langsung oleh RT dan Lurah,” ujarnya.
Amran berharap pemerintah kota, khususnya Dinas PU Perkim Kota Lubuklinggau, segera turun ke lapangan untuk melihat kondisi rumahnya secara langsung. Ia juga berharap ada bantuan sosial bagi warga yang terdampak bencana seperti dirinya.
“Kami ini orang kecil, rumah ini hasil kerja keras bertahun-tahun. Sekarang rusak parah karena hujan. Kami mohon Bapak Wali Kota berkenan datang melihat langsung kondisi kami, dan mudah-mudahan ada bantuan agar rumah ini bisa diperbaiki,” tambahnya.
Fenomena hujan ekstrem yang terjadi di wilayah Lubuklinggau akhir-akhir ini memang menimbulkan sejumlah dampak, terutama pada pemukiman di daerah berlereng dan tanah berstruktur lemah. Beberapa titik di wilayah selatan kota dilaporkan mengalami retakan tanah dan pergeseran pondasi bangunan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas PU Perkim Kota Lubuklinggau belum memberikan keterangan resmi terkait laporan yang disampaikan warga tersebut. Masyarakat sekitar berharap pemerintah bergerak cepat agar tidak terjadi kerusakan yang lebih besar, apalagi jika curah hujan tinggi terus berlanjut dalam waktu dekat.
Kasus seperti yang dialami Amran menjadi pengingat penting bahwa infrastruktur perumahan warga miskin harus mendapat perhatian serius. Pemerintah diharapkan tidak menunggu laporan menumpuk baru bertindak, melainkan proaktif meninjau langsung lokasi bencana kecil yang berpotensi besar: pungkasnya Erwin pimred media nasional tuntas MNT TV,,Lubuklinggau musi Rawas Utara,,





